Cimahi, Jawa Barat – Setelah sempat mengalami ambles dan penutupan total selama beberapa hari, ruas Jalan Demang Hardjakusumah yang berada tepat di depan kantor Wali Kota Cimahi kini telah kembali dibuka untuk umum. Akses jalan ini telah dapat dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat sejak Minggu pagi, 29 Juni 2025.
Perbaikan pada bagian plat injak jembatan yang sempat rusak akibat curah hujan tinggi dinyatakan tuntas pada Sabtu malam. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, mengonfirmasi bahwa lalu lintas sudah bisa berjalan normal untuk kendaraan ringan.
“Mobil dan motor sudah bisa lewat. Perbaikan struktur plat injak jembatan sudah selesai dengan baik,” ujar Wilman, Minggu (29/6/2025).
Pembatasan untuk Kendaraan Berat Masih Berlaku
Meskipun jalan telah kembali dibuka, Pemerintah Kota Cimahi tetap memberlakukan pembatasan khusus untuk kendaraan bertonase besar seperti truk dan bus. Hal ini dilakukan guna mencegah potensi kerusakan lebih lanjut dan menjaga stabilitas struktur jembatan yang masih dalam tahap evaluasi.
“Kami pasang tiang pembatas ketinggian sebagai langkah preventif agar kendaraan berat tidak melintas. Keselamatan tetap jadi prioritas,” tegas Wilman.
Assessment Konstruksi Jembatan Akan Dilakukan
Dinas PUPR berencana segera melakukan kajian teknis atau assessment menyeluruh terhadap kondisi struktur jembatan. Meskipun secara visual kondisi jembatan saat ini dinilai masih aman, namun langkah ini dianggap penting sebagai bentuk antisipasi jangka panjang.
“Kami tidak ingin ada risiko ke depan. Maka dalam waktu dekat, akan ada pengecekan komprehensif terhadap kekuatan jembatan ini,” imbuh Wilman.
Penyebab Ambles: Saluran Air Tak Berfungsi Optimal
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, sempat meninjau langsung lokasi amblesnya jalan. Berdasarkan evaluasi awal, penyebab utama amblesnya jalan adalah sistem drainase yang tidak bekerja optimal. Air yang merembes ke dalam struktur tanah di bawah plat injak menyebabkan erosi yang melemahkan daya topang lapisan tanah.
“Jembatan ini sudah berumur 20 tahun. Saluran air di beberapa titik sudah tidak maksimal, menyebabkan air meresap dan menggerus tanah di bawahnya,” jelas Adhitia saat meninjau lokasi, Rabu (25/6/2025).
Struktur Masih Aman, Namun Tidak Diabaikan
Adhitia menambahkan bahwa berdasarkan pantauan sementara, struktur utama jembatan belum menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah kota tidak ingin berspekulasi dan akan menunggu hasil dari kajian teknis lebih lanjut.
“Struktur jembatan masih dinilai baik, tapi tetap akan kami pastikan dengan analisa teknis yang lebih mendalam,” tegasnya.
Dengan dibukanya kembali akses utama ini, Pemkot Cimahi berharap mobilitas warga kembali lancar. Masyarakat diimbau tetap berhati-hati dan mengikuti rambu-rambu yang telah dipasang di sekitar lokasi untuk keselamatan bersama.