Suaracimahi.id — Peristiwa longsor kembali terjadi di wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat. Kali ini, dua pekerja bangunan menjadi korban tertimbun tanah longsor saat tengah menggali lubang pondasi rumah di kawasan padat penduduk, tepatnya di Jalan Jenderal Amir Machmud, Gang H. Yusuf 44, RT 03 RW 01, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah.
Insiden yang berlangsung pada Jumat (18/7) sekitar pukul 18.45 WIB itu menimpa dua orang pekerja, yakni Usep (55) asal Kecamatan Malangbong, dan Candra (16) asal Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur. Keduanya diketahui sedang bekerja membuat pondasi “cakar ayam” saat longsor mendadak menimbun lokasi penggalian.
Akses Lokasi Sulit, Evakuasi Gunakan Alat Manual
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi melaporkan bahwa proses evakuasi cukup terkendala karena lokasi kejadian berada di gang sempit yang tidak bisa dilalui mobil atau alat berat. Petugas hanya dapat menggunakan alat manual seperti cangkul untuk menggali timbunan tanah.
“Karena keterbatasan akses, tim evakuasi harus bekerja ekstra menggunakan peralatan sederhana. Lokasi longsoran berada di tengah permukiman padat,” ungkap salah satu petugas di lokasi.
Proses penanganan dan evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran, tim medis, hingga aparat TNI dan Kepolisian yang turut membantu mengamankan lokasi.
Wali Kota Tinjau Lokasi, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta
Wali Kota Cimahi, Ngatiana, turut hadir langsung ke lokasi kejadian pada malam harinya untuk meninjau proses evakuasi dan memberikan dukungan moril kepada para petugas dan keluarga korban.
“Pemerintah Kota akan memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban dan segera melakukan kajian agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Ngatiana.
Berdasarkan pantauan sementara, total kerugian materi akibat longsor ini diperkirakan mencapai Rp27 juta, selain tentunya duka mendalam akibat adanya korban jiwa.
Penyebab Diduga Karena Kondisi Tanah Labil
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, longsor terjadi akibat kondisi tanah yang labil di sekitar lokasi penggalian. Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir juga diduga memperburuk kestabilan tanah di area tersebut.
Pihak BPBD Cimahi mengimbau kepada masyarakat, terutama yang tengah melakukan aktivitas pembangunan, agar selalu memperhatikan aspek keselamatan kerja serta kondisi geologi lingkungan sekitar.
“Proyek pembangunan di area pemukiman padat harus memperhitungkan risiko bencana, terutama jika berkaitan dengan struktur tanah yang mudah longsor,” tegas petugas BPBD.
Hingga Sabtu dini hari, proses evakuasi telah selesai dan petugas melakukan pembersihan serta pengecekan lanjutan di sekitar area longsor untuk menghindari dampak susulan.