Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tanggung Biaya Pendidikan Anak Korban Longsor Cimahi. (Foto: TikTok @dedimulyadiofficial)

Cimahi, 20 Juli 2025 — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung ke lokasi bencana tanah longsor yang menelan korban jiwa di Kota Cimahi. Dalam kunjungannya, Dedi tak hanya meninjau kondisi di lapangan, tetapi juga menyampaikan duka cita secara langsung kepada keluarga korban dan memberikan bantuan finansial serta komitmen jangka panjang terhadap pendidikan anak korban.

Kedatangan Gubernur Dedi Mulyadi disambut haru oleh keluarga almarhum. Di hadapan mereka, ia menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp 20 juta sebagai bentuk empati dan dukungan awal.

“Ini untuk membantu keperluan tahlil dan kebutuhan keluarga. Semoga bisa sedikit meringankan beban yang tengah dirasakan,” ujar Dedi saat menyerahkan bantuan.

Tak hanya berhenti pada dukungan materi, Dedi juga menanyakan secara langsung kondisi keluarga korban, terutama anak-anak yang ditinggalkan. Setelah mengetahui bahwa salah satu anak korban masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), Dedi menyatakan bahwa anak tersebut akan menjadi tanggungannya secara pribadi.

“Nanti tolong dicatat siapa saja yang masih sekolah. Mereka akan saya jadikan anak didik saya. Biaya pendidikan saya yang urus sampai selesai,” tegasnya.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen sosial Dedi Mulyadi yang dikenal aktif memberi perhatian pada kesejahteraan masyarakat bawah, terlebih pada situasi-situasi darurat seperti bencana.

Tuntut Tanggung Jawab Pihak Pemberi Kerja

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga menemui pihak atasan tempat korban bekerja sebelum meninggal dunia akibat tertimbun longsor. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab moral dan hukum dari pemberi kerja atas insiden yang tergolong kecelakaan kerja tersebut.

“Ini termasuk kecelakaan kerja. Maka pemberi kerja berkewajiban menanggung biaya pengobatan, pemakaman, serta memberi santunan. Kalau memang tidak sanggup, nanti saya bantu,” kata Dedi dengan nada serius.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian dari masyarakat sekitar yang berharap agar kasus seperti ini menjadi pelajaran penting bagi para pemberi kerja agar tidak lepas tangan terhadap pekerja mereka.

Kepedulian Nyata Seorang Pemimpin

Momen haru terjadi ketika istri dan anak-anak korban memeluk Gubernur dengan penuh rasa syukur. Air mata pun mengalir saat bantuan diserahkan dan janji pendidikan untuk anak mereka dikemukakan. Dedi pun berpesan agar keluarga tetap tabah dan yakin bahwa pemerintah hadir untuk mendampingi mereka melewati masa sulit ini.

Langkah Dedi ini memperkuat citra dirinya sebagai pemimpin yang tidak hanya responsif terhadap bencana, tetapi juga peduli terhadap keberlangsungan hidup keluarga korban. Respons cepat dan kepedulian langsung dari seorang kepala daerah ini menuai banyak apresiasi dari masyarakat luas.

Dengan pendataan anak korban yang akan dibiayai pendidikannya, Dedi Mulyadi berharap tidak ada masa depan anak-anak yang terhenti hanya karena bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *