CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi merespons serius kejadian meninggalnya seorang pasien di RSUD Cibabat yang viral di media sosial dan menuai kritik publik. Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan di rumah sakit milik daerah tersebut.
“Kami akan segera menggelar evaluasi, kemungkinan besar minggu depan,” ujar Ngatiyana saat ditemui awak media, Selasa (1/7/2025).
Langkah ini diambil menyusul beredarnya video yang memperlihatkan kemarahan seorang pria yang istrinya meninggal dunia di ruang perawatan, diduga akibat keterlambatan penanganan dari tenaga medis.
Ngatiyana menyatakan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan Direktur RSUD Cibabat guna mendapatkan penjelasan menyeluruh terkait kronologi insiden tersebut. Ia juga menekankan pentingnya peran Dewan Pengawas Rumah Sakit dalam mengawasi dan mengevaluasi kinerja manajemen rumah sakit.
“Peran dewan pengawas akan kami aktifkan kembali agar fungsi kontrol bisa berjalan maksimal, termasuk dalam menilai kinerja manajemen dan pelayanan,” tegasnya.
Selain itu, Wali Kota menyoroti pentingnya peningkatan mutu layanan kesehatan, khususnya terhadap pasien yang menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Menurutnya, semua pihak harus menjunjung tinggi prinsip pelayanan yang cepat, tanggap, dan adil.
“Kita ingin sistem pelayanan lebih bijak dan fleksibel, terutama dalam menghadapi pasien BPJS. Pelayanan kesehatan adalah tanggung jawab bersama yang tidak boleh dikompromikan,” kata Ngatiyana.
Peristiwa ini bermula dari keluhan Nandang Rusmana (34), suami dari pasien yang meninggal. Dalam video yang sempat viral, Nandang terlihat menangis histeris sambil memprotes keterlambatan penanganan terhadap istrinya yang telah dalam kondisi kritis.
“Saya sudah minta tolong dari malam sebelumnya. Saat istri saya mulai kejang, saya pegang nadinya sudah tidak ada. Tapi baru setelah saya teriak-teriak, mereka datang,” ujar Nandang saat ditemui, menahan emosinya.
Nandang juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat ditegur oleh salah satu dokter jaga karena dianggap terlalu vokal. Ia menyayangkan lambannya respons medis yang menurutnya menjadi penyebab utama istrinya tak tertolong.
Pemerintah Kota Cimahi berjanji akan mengusut tuntas kejadian ini dan menjadikannya momentum untuk membenahi layanan kesehatan agar kasus serupa tidak terulang kembali.