Cimahi Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pendidikan resmi membuka Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tahun 2025. Acara berlangsung di SMP Negeri 2 Cimahi, Jalan Jenderal Sudirman, pada Selasa (24/6/2025), dengan mengusung tema “Ekspresi Seni, Inspirasi Negeri”.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, secara langsung membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi menjadi wadah strategis dalam membangun karakter generasi muda melalui jalur seni dan sastra.

“Kegiatan ini tidak hanya mencetak prestasi, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai budaya dan ekspresi kreatif dalam diri anak-anak. FLS2N harus menjadi bagian penting dari pendidikan karakter,” ujar Ngatiyana.

Kegiatan FLS2N 2025 diikuti oleh 847 siswa dari seluruh SD dan SMP se-Kota Cimahi. Untuk tingkat SD, tercatat 426 peserta dari 118 sekolah dasar berpartisipasi dalam berbagai cabang lomba seni, seperti:

  • Gambar ekspresi: 115 peserta

  • Kriya: 32 peserta

  • Mendongeng: 72 peserta

  • Menulis cerita pendek: 35 peserta

  • Menyanyi solo: 106 peserta

  • Pantomim: 55 peserta

  • Tari: 47 peserta

Sementara itu, di tingkat SMP, 421 siswa turut ambil bagian. Beberapa kategori yang dilombakan antara lain:

  • Ansambel campuran: 36 peserta

  • Ilustrasi: 28 peserta

  • Musik tradisional kreasi: 55 peserta

  • Mendongeng: 34 peserta

  • Menulis cerita pendek: 45 peserta

  • Menyanyi solo: 33 peserta

  • Pantomim: 32 peserta

  • Tari kreasi: 98 peserta

  • Melukis: 41 peserta

  • Tari tunggal: 19 peserta

Ngatiyana menyampaikan harapan besar agar ajang ini dapat terus menjadi platform berkelanjutan bagi pengembangan seni dan budaya di kalangan pelajar.

“Potensi seni anak-anak Cimahi sangat menjanjikan. Kita perlu terus memberi ruang untuk mereka mengekspresikan diri dan mengembangkan bakat, agar ke depannya mampu bersaing di level nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Selain sebagai media untuk menumbuhkan bakat, FLS2N juga diharapkan menjadi alat pemersatu dan penguat identitas budaya sejak usia dini. Tidak hanya kompetitif, tetapi juga edukatif dan inspiratif.

Dengan penyelenggaraan yang semakin meningkat setiap tahunnya, FLS2N Cimahi menjadi bukti nyata bahwa pendidikan berbasis seni dan budaya tetap relevan dan penting di tengah perkembangan zaman. Pemerintah pun berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan serupa guna mencetak generasi yang berprestasi, berbudaya, dan berdaya saing tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *