Cimahi, Jawa Barat – Pemerintah Kota Cimahi tengah mematangkan rencana pengembangan kawasan tepi sungai sebagai bagian dari upaya menuju konsep Waterfront City. Salah satu langkah konkretnya adalah pembangunan jalur jogging track yang akan membentang dari Jalan Jenderal Amir Machmud hingga Plaza Rakyat Pemkot Cimahi.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyampaikan hal tersebut usai melakukan peninjauan langsung di sepanjang tepian sungai. Menurutnya, pembangunan jalur lari ini akan dilakukan di dua sisi sungai, meskipun terdapat beberapa titik yang masih memerlukan pembebasan lahan akibat terhalang bangunan permanen.

“Rencananya jogging track ini menghubungkan Amir Machmud sampai kawasan Pemkot. Tapi ada titik-titik terputus karena bangunan, itu akan jadi fokus untuk ditindaklanjuti ke depan,” jelas Adhitia dalam pernyataan resmi, Jumat (20/6/2025).

Kondisi Sungai Dinilai Layak untuk Penataan
Adhitia menambahkan, kondisi fisik sungai saat ini cukup mendukung untuk dilakukan penataan. Aliran air terpantau lancar dan tidak ditemukan tumpukan sampah besar. Keberadaan sedimen pun dianggap masih dalam batas wajar, terutama di area berbelok yang rawan pengendapan.

“Sungainya relatif bersih dan mengalir. Ini jadi modal awal yang baik untuk mendukung penataan lebih lanjut,” ujarnya.

Konsep Sudah Dirancang Sejak 2012
Ternyata, gagasan penataan kawasan tepian sungai di Cimahi bukan hal baru. Adhitia mengungkapkan bahwa sejak 2012, Pemerintah Kota sudah memiliki cetak biru konsep Waterfront City yang kini akan dikaji ulang untuk menyesuaikan dengan kondisi terkini.

“Kita akan review dokumen yang ada. Apakah masih relevan atau perlu disesuaikan dengan dinamika pembangunan saat ini,” tambahnya.

Butuh Anggaran Besar, Tapi Akan Didorong Bertahap
Diakuinya, mewujudkan konsep Waterfront City memang memerlukan investasi besar. Namun Pemkot Cimahi akan mengupayakan pelaksanaan secara bertahap dan memasukkan rencana tersebut dalam dokumen perencanaan jangka menengah daerah (RPJMD) periode 2025–2029.

“Paling tidak bisa dimulai dulu secara bertahap. Kita sesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah,” jelas Adhitia.

Mengajak Masyarakat Cinta dan Jaga Sungai
Lebih jauh, ia menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur semata, tapi juga sebagai bentuk edukasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian sungai.

“Intinya adalah memuliakan sungai. Kita ingin masyarakat tidak hanya melihat sungai sebagai saluran air, tapi bagian penting dari wajah kota yang harus dijaga bersama,” pungkasnya.

Rencana ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Cimahi dalam menata ruang kota yang lebih sehat, estetik, dan ramah lingkungan—serta memberi nilai tambah bagi warga dalam menikmati fasilitas publik yang berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *