CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi resmi mengukuhkan pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) untuk periode 2025–2030. Prosesi pelantikan berlangsung pada Kamis, 3 Juli 2025, di Aula Gedung A Komplek Pemkot Cimahi, dengan dihadiri langsung oleh Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn.) Ngatiyana, S.A.P.
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas wilayah melalui upaya deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Peran Strategis FKDM dalam Stabilitas Wilayah
Dalam sambutannya, Wali Kota Ngatiyana menegaskan bahwa FKDM bukanlah lembaga intelijen, melainkan forum partisipatif masyarakat yang berperan sebagai mitra aktif pemerintah dalam menyampaikan dinamika dan potensi kerawanan sosial yang berkembang di lingkungan sekitar.
“FKDM hadir sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Tugasnya menghimpun informasi dari bawah dan menyampaikannya secara objektif agar penanganan potensi gangguan bisa dilakukan sejak dini,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa peran FKDM mencakup pengamatan situasi sosial, pemetaan potensi konflik, dan pelaporan cepat kepada instansi terkait, tanpa melakukan penyebaran informasi yang belum terverifikasi.
Kolaborasi dan Etika Jadi Kunci Sukses
Ngatiyana juga menekankan pentingnya menjalin komunikasi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan unsur pemerintahan di tingkat kelurahan dan kecamatan.
Ia mengingatkan seluruh anggota FKDM untuk mengedepankan etika, netralitas, serta ketelitian dalam menjalankan tugas. “Forum ini harus lebih banyak mendengar dan mengamati, serta selektif dalam menyampaikan informasi. Jangan sampai terjebak pada hoaks atau provokasi yang berseliweran di media sosial,” tegasnya.
Fungsi Pencegahan Lebih Utama
Wali Kota menegaskan bahwa fungsi utama FKDM adalah memberikan sinyal awal terhadap potensi gangguan sebelum berkembang menjadi konflik terbuka. Oleh karena itu, kerja-kerja pemantauan harus dilakukan secara sistematis, cepat, dan akurat.
“Kita tidak ingin terlambat bertindak. Maka saya tekankan, lebih baik mencegah daripada mengobati. FKDM harus hadir sebagai penjaga harmoni di tengah masyarakat,” kata Ngatiyana dalam penutup sambutannya.
Komitmen untuk Cimahi yang Aman dan Kondusif
Pelantikan ini sekaligus menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam menciptakan wilayah yang aman, tertib, dan damai melalui pelibatan aktif masyarakat. Keberadaan FKDM dinilai strategis sebagai perpanjangan mata dan telinga pemerintah di lapangan, terutama dalam menyikapi dinamika sosial yang terus berkembang.
Dengan pelantikan ini, diharapkan FKDM dapat segera bekerja dan berkontribusi positif bagi upaya menjaga stabilitas dan ketentraman di seluruh wilayah Kota Cimahi hingga lima tahun ke depan.