Siswa Sekolah Rakyat Cimahi Jadi Sasaran Program Imunisasi Nasional 2025

CIMAHI, 27 Juli 2025 — Pemerintah Kota Cimahi memperluas cakupan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025 dengan menjangkau seluruh satuan pendidikan, termasuk Sekolah Rakyat yang baru memulai tahun ajaran perdana di kawasan Sentra Abiyoso.

Langkah ini diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia, saat meninjau kesiapan pelaksanaan BIAS di lokasi pendidikan non-formal tersebut. Menurutnya, perluasan ini penting dalam rangka menciptakan generasi masa depan yang sehat dan bebas dari penyakit menular.

“Tidak hanya sekolah formal, tetapi juga sekolah non-formal seperti Sekolah Rakyat akan ikut serta. Ini bagian dari komitmen untuk membentuk generasi emas yang sehat sejak dini,” ujar Adhitia pada Sabtu (26/7/2025).

Imunisasi Tahap Bertahap Dilaksanakan di Dua Periode

Program BIAS tahun ini akan dilakukan dalam dua tahap. Pada bulan Agustus, siswa akan menerima vaksin MR (campak dan rubella) serta HPV (Human Papilloma Virus). Selanjutnya, pada bulan November, imunisasi akan difokuskan kepada siswa kelas 1, 2, dan 5 SD, yang akan mendapatkan vaksin DT dan Td guna mencegah penyakit difteri dan tetanus.

Adhitia menegaskan, imunisasi ini merupakan langkah konkret dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).

“Adanya vaksin HPV dan MR menjadi strategi kunci untuk membangun kekebalan kelompok atau herd immunity secara optimal,” ungkapnya.

Pemkot pun menargetkan cakupan imunisasi di atas 90 persen, sebagai ambang minimum agar terbentuk kekebalan populasi yang efektif.

Sinergi Lintas Sektor Didorong untuk Sukseskan BIAS

Dalam pelaksanaannya, Adhitia menekankan pentingnya kerja sama antara berbagai pihak, termasuk pihak sekolah, fasilitas layanan kesehatan, dan orang tua siswa.

“Kita butuh sinergi dari semua pihak. Kolaborasi seluruh stakeholder sangat penting untuk mencapai target cakupan di atas 90 persen,” tambahnya.

Selain menyasar siswa sekolah formal dan non-formal, BIAS juga menjadi bagian dari upaya pencegahan jangka panjang terhadap berbagai penyakit menular yang berisiko tinggi pada anak.

HPV Jadi Perhatian Serius Dinas Kesehatan

Dinas Kesehatan Kota Cimahi menaruh perhatian khusus pada imunisasi HPV yang kini diberikan hanya satu dosis kepada siswi kelas 5 SD atau anak berusia 11 tahun. Hal ini sesuai dengan kebijakan nasional terbaru.

Dwihadi Isnalini, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Cimahi, menjelaskan bahwa pemberian vaksin HPV bertujuan utama mencegah kanker serviks, yang masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan di Indonesia.

“Sebelumnya vaksin HPV diberikan dua dosis, sekarang cukup satu dosis. Ini langkah penting membangun perlindungan terhadap kanker serviks sejak usia dini,” terang Dwihadi.

Digitalisasi dan Imunisasi Susulan Jadi Fokus Tambahan

Dalam mendukung validitas data imunisasi, Dinas Kesehatan juga mendorong seluruh sekolah untuk aktif mencatat, melaporkan, dan menginput data melalui aplikasi ASIK (Aplikasi Sehat IndonesiaKu). Hal ini bertujuan memastikan tidak ada anak yang terlewat imunisasi, terutama bagi yang sedang sakit saat jadwal pelaksanaan.

“Kami pastikan siswa yang belum mendapat vaksin karena sakit akan dijadwalkan imunisasi kejar agar cakupan tetap optimal,” kata Dwihadi.

Langkah Strategis Menuju Kota Sehat

Pelaksanaan BIAS 2025 secara inklusif, yang menjangkau hingga sekolah rakyat, menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak secara menyeluruh. Pendekatan ini sekaligus memperkuat fondasi kesehatan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan tangguh di masa depan.


Editor: Redaksi Kesehatan
Tanggal Terbit: 27 Juli 2025
Sumber: Wawancara & Siaran Pers Pemkot Cimahi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *